Posted in Frasa

When You Loved by a Woman 3

And a woman spoke, saying,”Tell us of Pain.”

And he said : Your pain is the breaking of the shell that encloses your understanding. Even as the stone of the fruit must break, that its heart may stand in the sun, so must you know pain.

And could you keep your heart in wonder at the daily miracles of your life, your pain would not seem less wondrous than your joy;

And you would accept the seasons of your heart, even as you have always accepted the seasons that pass over your fields.

And you would watch with serenity through the winters of your grief. Much of your pain is self-chosen. It is bitter potion by which physician within you heals your sick self. Therefore trust the physician, and drink his remedy in silence and tranquillity : For his hand, though heavy and hard, is guided by the tender hand of the Unseen, and the cup he brings, though it burn your lips, has been fashioned of the clay which the Potter has moistened with His own sacred tears.

Dan seorang perempuan bertanya,”katakan kepada kami rasa sakit.”

Kemudian ia mengatakan : rasa sakitmu ialah menyeruak keluar dari tabir yang menutup pengertianmu. Bahkan biji buah pun membelah dirinya, itu hati mungkin akan berhadapan dengan matahari, jadi engkau tahu rasa sakit.

Dan engkau bisa saja menaruh harapan kepada mukjizat dalam hidupmu, rasa sakitmu takkan pernah lebih sedikit dari rasa bahagiamu.

Dan kamu akan menyaksikan setiap musim yang hadir dari hatimu, bahkan engkau akan selalu menerima setiap musim yang berlalu di kebun kehidupanmu.

Dan engkau akan menyaksikan dengan kesungguhan dari musim semi nestapamu. Banyak dari rasa sakitmu adalah pilihanmu sendiri. Inilah pelipur lara pahit terjadi dalam dirimu yang menyembuhkan dari dalam dirimu sendiri. Oleh karena itu percayalah kepada kemampuan dirimu untuk sembuh, dan minumlah pelipur laranya dalam kesunyian dan kekhusukan. Dari tangannya, meskipun berat dan keras, di pandu oleh tangan lembut dari Sang Khalik, dan cangkir yang dibawa olehnya, meskipun panas bagi bibirmu, telah diindahkan dari tanah liat menjadi cawan yang mengkilap dari air mata suciNya.

Kahlil Gibran

Advertisements

Author:

sophisticated but open minded, love home comfort, profound and gentle man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.